tugu di tanah batak

Kenapa Makam/Tugu Orang Batak sangat Mewah?

Jika kalian pernah ke makam/pekuburan di kota semisal di TPU di kota-kota besar, dan melihat makam di daerah Sumatra Utara, khususnya makam orang Batak, kalian pasti akan melihat perbedaan yang cukup signifikan, bagaikan langit dan bumi, makam di kota besar tidak ada apa-apanya dengan makam di tanah Batak.

Kalau di kota lain, tugu atau monumen adalah penanda sejarah, tapi di tanah batak tugu adalah penanda marga atau keluarga besar dari marga tersebut. Makin megah makin tinggi derajat keluarga itu. Tak herankan kenapa orang Batak ga cukup kaya waktu hidup, bahkan waktu mati pun dia ingin terlihat kaya. hahaha

Kesuksesan atau kebesaran satu keluarga bisa dinilai dari mewah atau besarnya tugu dari marga atau keluarga tersebut. Dan prosesnya cukup panjang, karena tentu biaya, penentuan lokasi, dan harus ada perayaan saat tugu berhasil dibangun. Sehingga dianggap sebagai kesuksesan dalam mempersatukan marga atau keluarga jika sudah berhasil mendirikan tugu.

Tugu Silahi Sabungan sumber: medanwisata.com

Menurut Simangunsong (Tribun Medan.com 2015) mengatakan awalnya makam masyarakat Batak Toba dibuat dari batu besar atau berada dibawah pohon beringin, namun setelah mengalami perkembangan zaman makam-makam saat ini dibangun dengan bangunan semen serta dibeberapa makam juga terdapat relief dan ornamen khas batak serta dilengkapi dengan patung berbagai bentuk yang diyakini oleh masyarakat dapat menjaga badan keturunan yakni tidak kelaparan, jauh dari bala, dan lain sebagainya.

Masyarakat Batak Toba merupakan salah satu suku yang memiliki tingkatan status sosial dalam bermasyarakat.Masyarakat Batak Toba selalu berusaha untuk bekerja keras untuk mendapatkan posisi dalam masyarakat, hal ini terlihat dari sistem hubungan sosial masyarakatnya yaitu Dalihan Natolu (hula-hula,dongan tubu, boru).

Makam batak berbentuk Rumah Batak sumber:pesonaindo.com

Hamoraon (kekayaan) merupakan salah satu hal yang diidamkan semua lapisan masyarakat tidak terkecuali masyarakat Batak Toba, hagabeon yaitu mempunyai keturunan yang banyak dan hasangapon yaitu masyarakat Batak Toba menginginkan kehormatan dan martabat dalam kehidupan bermasyarakat. Hubungan status sosial dengan prestise makam adalah pembangunan makam harus mempunyai kekayaan terlebih dahulu agar mampu membangun makam yang besar, kemudian jika berhasil membangun makam yang besar mereka akan mendapatkan martabat yang tinggi di masyarakat sekitar karena mampu membangun makam yang besar. Aneh sekali ya? Harusnya yang menaikkan martabat adalah kebaikan dan seberapa bergunanya seseorang di masyarakat 🙂

Tugu Batak dengan ornamen kuda sumber: pesonaindo.com

Menurut penulis sendiri sebenarnya tidak masalah mau ngebangun tugu/makam semewah atau sebesar apapun, tapi jangan menjadi ajang kompetisi antar marga/masyarakat Batak itu sendiri. Bahkan menjadi sebuah kesombongan sampai berjuang mati-matian demi membanggakan dan menunjukkan eksistensi marga atau keluarga.
Jangan sampai rumah masih gubuk eh tugu marga kita sudah dari keramik, padahal yang notabene isinya hanya mayat atau benda mati, sepenting itu kah menghargai orang mati?
Opung/nenek saya sebelum meninggal bilang, “so marlapatan nauli na denggan patupaonmu molo dung mate au”, artinya ga ada gunanya kalian menghargai aku dengan makam bagus dan lain-lain saat aku sudah mati, yang paling penting adalah hargai orang semasa hidup.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.