daging anjing

Saya sendiri orang Batak yang makan anjing, jika ditanya kenapa saya makan anjing, ya karena enak dan karena tidak ada yang melarang, keyakinan saya tidak melarang, agama saya tidak melarang, orang tua, kakak, adik, pariban, tulang, namboru saya tidak melarang.

Saya lebih suka daging dengan kode B1 ini diolah saksang/cincang, atau masak bumbu rica-rica.
Dibanding daging Babi atau B2, daging anjing lebih keras dan agak amis seperti daging kambing.
Jadi lagu “makan daging anjing pakai sayur kol” itu tidak benar adanya, kecuali daging anjingnya disup ya, karena ga ada olahan di daerah saya anjing ditambah sayur kol.

Kembali lagi ke topik kenapa orang Batak makan daging anjing, asal kalian tahu makan daging anjing disini bukan setiap hari ya, kadang-kadang saja, seperti halnya kalian makan steak sapi.

Kalau dilihat lebih jauh, daging anjing menjadi santapan itu sudah menjadi tradisi turun-temurun, dimana dahulu saat belum ada agama, orang Batak percaya kalau “tondi” atau kita sebut roh itu harus diisi dan diperkuat. Jaman itu orang Batak harus berani gesit dalam berperang, nah si daging anjing yang memiliki sifat itu dianggap dapat memberi tambahan kekuatan kepada tondi/roh orang Batak tadi.

ilustrasi daging Anjing/B1 sumber: gambar google

Kedua, anjing di tanah Batak dulu banyak, karena dipelihara juga sebagai penjaga ternak atau penjaga rumah, maka saat punya peliharaan, dan ingin makan daging, maka kembali lagi si daging anjing ini menjadi pilihan.

Kemudian ada kepercayaan kalau daging anjing itu obat untuk malaria,DBD, atau tipes. Bahkan dokter di daerah saya tidak malu-malu menganjurkan makan atau konsumsi sup anjing saat ada pasiennya mengalami penyakit disebutkan di atas.

Apakah orang Batak kejam? belum tentu, dari sisi mana kita melihatnya, mungkin jika benar adanya sewaktu anjing dijadikan santapan, dipukul,dicekik, dimasukkan ke karung,dikuliti atau dibakar hidup-hidup, maka wajar kita sebut orang atau pelakunya kejam, tapi bukan orang Bataknya. Bukan mau membela, di daerah saya di Toba, anjing atau yang diberi kode B1 itu diperlakukan seperti hewan lainnya, seperti disembelih dengan baik, dan tidak disiksa terlebih dahulu. Jadi apa bedanya dengan hewan lain?

Kemudian tentang anjing adalah teman/keluarga, sebenarnya ini adalah sangat subjektif. Jika seseorang menganggap anjing adalah teman maka baguslah dia percaya itu dan jangan menyantapnya, tetapi jika sampai melarang atau menghakimi penyantap anjing, saya rasa itu sudah kelewat batas. Bagaimana kalau saya anggap sapi dan ayam adalah teman, pantaskah dengan begitu saya melarang anda memakan sapi dan ayam?


2 thoughts on “Kenapa Orang Batak Makan Anjing?

Leave a Reply

Your email address will not be published.